PENDAHULUAN
nnA. Latar Belakang
Pertumbuhan tanaman menunjukkan pertambahan ukuran dan berat kering yang tidak dapat balik yang mencerminkan pertambahan dari protoplasma. Dengan melakukan praktikum lapangan diharapkan mahasiswa mampu memahami konsep pertumbuhan dan perkembangan suatu tanaman dan membandingkannya dengan materi yang sudah didapat dari perkuliahan. Pada praktikum ekofisiologi tanaman ini tanaman yang digunakan sebagai percobaan adalah tanaman jagung.
Pertumbuhan tanaman jagung diukur dengan pengukuran tinggi tanaman dan jumlah daun. Sedangkan akumulasi bahan kering digunakan untuk melihat bagaimana pola perkembangan tanaman jagung mulai dari minggu ke 2 sampai minggu ke 7. Akumulasi bahan kering mencerminkan kemampuan tanaman dalam mengikat energi dari cahaya matahari melalui proses fotosintesis, serta interaksinya dengan faktor-faktor lingkungan lainnya.
B. Tujuan Praktikum
Tujuan diadakannya praktikum lapangan Ekofisiologi tanaman ini adalah untuk mengetahui pertumbuhan dan perkembangan tanaman jagung dan hubungan antara indeks luas daun dengan total biomassa kering tanaman jagung.
TINJAUAN PUSTAKA
Jagung (Zea mays L) adalah tanaman semusim dan termasuk jenis rumputan atau graminae yang mempunyai batang tungga, meski terdapat kemungkinan munculnya cabang anakan pada beberapa genotype dan lingkungan tertentu. Batang jagung terdir atas buku dan ruas. Daun jagung tumbuh pada setiap buku, berhadapan satu sama lain. Bunga jantan terletak pada bagian terpisah pada satu tanaman sehingga lazim terjadi penyerbukan silang. Jagung merupakan tanaman hari pendek, jumlah daunnya ditentukan pada saat inisiasi bunga jantan, dan dikendalikan oleh genotype, lama penyinaran dan suhu. Jagung mempunyai akar serabut dengan tiga macam akar yaitu akar seminal, akar adventif dan akar kait atau penyangga (Wikipedia, 2010).
Pertumbuhan jagung dapat dikelompokkan ke dalam tiga tahap yaitu (1) fase perkecambahan, saat proses imbibisi air yang ditandai dengan pembengkakan biji sampai dengan sebelum munculnya daun pertama; (2) fase pertumbuhan vegetatif, yaitu fase mulai munculnya daun pertama yang terbuka sempurna sampai tasseling dan sebelum keluarnya bunga betina (silking), fase ini diidentifiksi dengan jumlah daun yang terbentuk; dan (3) fase reproduktif, yaitu fase pertumbuhan setelah silking sampai masak fisiologis.
Setelah perkecambahan tanaman jagung melewati beberapa fase yaitu :
1. Fase V3-V5 (jumlah daun yang terbuka sempurna 3-5)
Fase ini berlangsung pada saat tanaman berumur antara 10-18 hari setelah berkecambah. Pada fase ini akar seminal sudah mulai berhenti tumbuh, akar nodul sudah mulai aktif, dan titik tumbuh di bawah permukaan tanah.
2. Fase V6-V10 (jumlah daun terbuka sempurna 6-10)
Fase ini berlangsung pada saat tanaman berumur antara 18 -35 hari setelah berkecambah. Titik tumbuh sudah di atas permukaan tanah, perkembangan akar dan penyebarannya di tanah sangat cepat, dan pemanjangan batang meningkat dengan cepat. Pada fase ini bakal bunga jantan (tassel) dan perkembangan tongkol dimulai.
3. Fase V11- Vn (jumlah daun terbuka sempurna 11 – 15)
Fase ini berlangsung pada saat tanaman berumur antara 33-50 hari setelah berkecambah. Tanaman tumbuh dengan cepat dan akumulasi bahan kering meningkat dengan cepat pula. Kebutuhan hara dan air relatif sangat tinggi untuk mendukung laju pertumbuhan tanaman.
4. Fase Tasseling (berbunga jantan)
Fase tasseling biasanya berkisar antara 45-52 hari, ditandai oleh adanya cabang terakhir dari bunga jantan sebelum kemunculan bunga betina. Tahap VT dimulai 2-3 hari sebelum rambut tongkol muncul, di mana pada periode ini tinggi tanaman hampir mencapai maksimum dan mulai menyebarkan serbuk sari (pollen).
5. Fase R1 (silking)
Tahap silking diawali oleh munculnya rambut dari dalam tongkol yang terbungkus kelobot, biasanya mulai 2-3 hari setelah tasseling. Penyerbukan (polinasi) terjadi ketika serbuk sari yang dilepas oleh bunga jantan jatuh menyentuh permukaan rambut tongkol yang masih segar.
6. Fase R2 (blister)
Fase R2 muncul sekitar 10-14 hari seletelah silking, rambut tongkol sudahkering dan berwarna gelap. Ukuran tongkol, kelobot, dan janggel hamper sempurna, biji sudah mulai nampak.
7. Fase R3 (masak susu)
Fase ini terbentuk 18 -22 hari setelah silking. Pengisian biji semula dalam bentuk cairan bening, berubah seperti susu. Akumulasi pati pada setiap biji sangat cepat, warna biji sudah mulai terlihat.
8. Fase R4 (dough)
Fase R4 mulai terjadi 24-28 hari setelah silking. Bagian dalam biji seperti pasta (belum mengeras).
9. Fase R5 (pengerasan biji)
Fase R5 akan terbentuk 35-42 hari setelah silking. Seluruh biji sudah terbentuk sempurna, embrio sudah masak, dan akumulasi bahan kering biji akan segera terhenti. Kadar air biji 55%.
10. Fase R6 (masak fisiologis)
Tanaman jagung memasuki tahap masak fisiologis 55-65 hari setelah silking.Pada tahap ini, biji-biji pada tongkol telah mencapai bobot kering maksimum.Lapisan pati yang keras pada biji telah berkembang dengan sempurna dan telah terbentuk pula lapisan absisi berwarna coklat atau kehitaman (Syafrudin dkk, 2010).
Cahaya matahari adalah faktor penting dalam proses fotosintesis dan penentu laju pertumbuhan sehingga intensitas, lama penyinaran dan kualitasnya sangat berpengaruh terhadap proses fotosintesis tersebut. Bila daun saling menutupi maka sinar matahari dapat diteruskan kepada gulma yang tumbuh dibawahnya dan akan berpengaruh negatif terhadap pertumbuhan gulma. Kondisi ini dapat mempercepat laju pembentukan yang diaktualisasikan dalam peningkatan LPT dan ILD. Indeks luas daun (ILD) tanaman berkaitan erat dengan hasil biji maupun berat kering suatu tanaman. Tercapainya hasil biji maksimun karena ILD berada dalam keadaan optimum. Nilai ILD yang optimum menunjukkan bahwa kecepatan fotosintesis telah mencapai maksimum (Anonim, 2010)
METODOLOGI PRAKTIKUM
A. Waktu dan Tempat Praktikum
Praktikum budidaya tanaman sayuran ini dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 20 November 2010 bertempat di UPT percobaan Unram Narmada.
B. Alat dan Bahan Praktikum
• Alat-alat yang digunakan pada praktikum ekofiologi tanaman ini adalah buku, bolpoint, meteran, cutter, koran, timbangan analitik dan oven.
• Bahan yang digunakan dalam praktikum ekofiologi tanaman ini adalah tanaman jagung umur 2 MST sampai 7 MST.
HASIL PENGAMATAN dan ANALISIS DATA
A. Luas Daun dan Indeks Luas Daun
Tabel 1. Luas daun dan indeks luas daun tanaman jagung umur 2 minggu
Tanaman Tinggi JUMLAH DAUN Luas Daun FK LD ILD
Daun ke- Panjang Lebar Sebenarnya
1 5.7 1 10 1.2 12 0.76
2 10.7 1.4 14.98
3 11.6 1.2 13.92
4 14.3 1.3 18.59
JUMLAH 59.49 45.21
2 31 1 11.4 1.1 12.54
2 23.1 2.4 55.44
3 20.3 2.5 50.75
4 5 1.4 7
5 11.6 1.4 16.24
JUMLAH 141.97 107.90
3 25.1 1 7.2 0.6 4.32
2 19.3 1.9 36.67
3 18.3 1.5 27.45
4 13.3 1.5 19.95
JUMLAH 88.39 67.18
4 31.4 1 22.6 1.5 33.9
2 18.2 1.7 30.94
3 10.1 1.4 14.14
4 13.6 1 13.6
JUMLAH 92.58 70.36
5 27.7 1 9.3 1.2 11.16
2 20.3 1.6 32.48
3 9.9 1.4 13.86
4 11.9 1.3 15.47
5 4.6 1.2 5.52
JUMLAH 78.49 59.65
TOTAL LUAS DAUN 350.30 0.035
Tabel 2. Luas daun dan indeks luas daun pada tanaman umur 3 minggu
TAN TINGGI JUMLAH DAUN Luas Daun FK LD SBNRNYA ILD
DAUN KE- Panjag Lebar
1 30.4 1 24 2.4 57.6 0.76
2 39 3.3 128.7
3 45 3.9 175.5
4 49.9 4.9 244.51
5 36 5.3 190.8
Jumlah 797.11
2 48 1 24.3 1.7 41.31
2 41 2.4 98.4
3 53 2.8 148.4
4 52 3.9 202.8
Jumlah 490.91
3 37 1 14 1.9 26.6
2 27.6 1.8 49.68
3 39 2.8 109.2
4 48.5 3 145.5
5 34.5 3.9 134.55
Jumlah 465.53
4 45.8 1 9.5 1.5 14.25
2 23.9 2 47.8
3 37.5 2.6 97.5
4 46 4 184
5 31 4.4 136.4
Jumlah 479.95
5 43.1 1 29 2 58
2 42.5 3.3 140.25
3 52 4 208
4 40 4.5 180
Jumlah 586.25 445.55
Total 2143.01 0.214301
Tabel 3. Luas daun dan indeks luas daun pada tanaman umur 4 minggu
Tanaman Tinggi JUMLAH DAUN LUAS DAUN FK LD SBNRNYA ILD
Daun ke- Panjang Lebar (LDXFK)
1 30 3 90.00 0.76
2 51 4 204.00
3 40 3 120.00
4 33 6 198.00
5 55 6 330.00
1 60 6 13 3 39.00
Jumlah 981.00 745.56
1 22 3 66.00
2 36 3 108.00
3 64 5 320.00
4 54 4 216.00
5 49 5 245.00
2 50 6 26 4 104.00
Jumlah 1059.00 804.84
1 36 2 72.00
2 60 4 240.00
3 46 3 138.00
4 65 6 390.00
5 46 6 276.00
6 26 4 104.00
7 70 5 350.00
3 80 8 30 2 60.00
Jumlah 1630.00 1238.80
1 22 2 44.00
2 17 2 34.00
3 17 2 34.00
4 17 2 34.00
5 9 15 135.00
4 20 6 10 2 20.00
Jumlah 301.00 228.76
1 25 2 50.00
2 34 3 102.00
3 41 4 164.00
4 43 4.5 193.50
5 46 5 230.00
6 33 5 165.00
5 56 7 12 3 36.00
Jumlah 940.50 714.78
3732.74 0.373274
Tabel 4. Luas daun dan indeks luas daun pada tanaman umur 5 minggu
Tanaman Daun ke Tinggi Panjang Lebar Luas daun FK LD Sebenarnya ILD
Ke- (cm2 ) LDXFK
1 46 5 230 0.76
2 50 5.5 275
3 69 6 414
4 79 6.5 513.5
5 87 8 696
1 6 115 89 10 890
Jumlah 3018.5 2294.06 0.229406
2 1 45 3 135
2 54 4 216
3 60 55 5 275
Jumlah 626 475.76 0.047576
1 46 4 184.00
2 57 5 285.00
3 70 5.9 413.00
4 83 7 581.00
5 80 8.5 680.00
3 6 115 97 9.5 921.50
Jumlah 3064.5 2329.02 0.232902
1 30 3 90.00
2 46 3.5 161.00
3 46 3.5 161.00
4 60 4 240.00
5 80 6 480.00
4 6 98 88 7.5 660.00
Jumlah 1792.0 1361.92 0.136192
1 42 4.3 180.6
2 54 5.5 297
3 63 6.3 396.90
5 4 70 7.4 518.00
Jumlah 1392.50 1058.3 0.10583
Total 7519.06 0.751906
Tabel 5. Luas daun dan Indeks luas daun pada tanaman umur 6 minggu
Tanaman Tinggi JUMLAH DAUN Luas daun FK LD Sbnarnya ILD
Daun ke- Panjang Lebar (LDXFK)
1 112 1 51.5 4 206 0.76
2 61.7 5.2 320.84
3 70 5.6 392
4 71.3 6.3 449.19
5 81.4 7.9 643.06
6 79.5 8.6 683.7
7 71 8.9 631.9
Jumlah 3326.69 2528.2844
2 142 1 32 3 96
2 59 4 236
3 73 5 365
4 81 6 486
5 84.5 7 591.5
6 84.5 8.6 726.7
7 81 10 810
8 75 9.6 720
Jumlah 4031.2 3063.712
3 86 1 49 3.5 171.5
2 58 5 290
3 64 5 320
4 79 6.2 489.8
5 80 7.5 600
6 74 8.5 629
Jumlah 2500.3 1900.228
4 141 1 55 4.5 247.5
2 64 5 320
3 75 6.7 502.5
4 83 7.5 622.5
5 85 8.5 722.5
6 86 9.2 791.2
7 82 9.7 795.4
8 75.5 9.3 702.15
Jumlah 4703.75 3574.85
5 90 1 17 3.5 59.5
2 59 4.4 259.6
3 70 5.5 385
4 75 7 525
5 82 8.5 697
6 72 9.5 684
7 60 9.9 594
Jumlah 3204.1 2435.116
13502.1904 1.35021904
Tabel 6. Luas daun dan indeks luas daun pada tanaman umur 7 minggu
Tanaman Daun ke- Tinggi Panjang Lebar Luas daun FK LD Sebenarnya ILD
Ke- (cm2 ) LDXFK
1 46 4 184 0.76
2 69 5.2 358.8
3 76 6 456
4 86 7 602
1 5 168 89 7.7 685.3
6 88 8 704
7 84 8.7 730.8
8 78 9 702
9 67 8.5 569.5
10 63 7.5 472.5
JUMLAH 5464.9 4153.324 0.4153324
1 28 4 112
2 55 4.3 236.5
3 74 4.6 340.4
4 82 5.7 467.4
2 5 121 78 6.4 499.2
6 72 7.5 540
7 65 7.6 494
8 56 7.2 403.2
JUMLAH 3092.7 2350.452 0.2350452
1 52 4 208
2 64 4.8 307.2
3 73 5.8 423.4
4 79 7.2 568.8
5 86 8 688
6 84 8.7 730.8
3 7 172 77 9 693
8 65 9 585
9 53 8.7 461.1
10 55 7.8 429
11 46 6.6 303.6
12 37 4.8 177.6
JUMLAH 5575.5 4237.38 0.423738
1 39 3.4 132.6
2 53 4.2 222.6
3 62 5.2 322.4
4 69 5.4 372.6
4 5 100 67 6.1 408.7
6 64 6.8 435.2
7 56 7 392
8 42 5.7 239.4
JUMLAH 2525.5 1919.38 0.191938
1 46 3.7 170.2
2 41 4.6 188.6
3 56 4.9 274.4
5 4 95 60 6 360
5 59 7 413
6 53 7 371
7 38 6.2 235.6
JUMLAH 2012.8 1529.728 0.1529728
TOTAL 14190.264 1.4190264
B. Berat Kering Tanaman Jagung
Tabel 7. Berat kering Tanaman Jagung Umur 2 Minggu
Berat kering Tanaman 1 Tanaman 2 Total
Batang 0.13 0.1 0.23
Daun 0.22 0.14 0.36
Total 0.59
rata-rata 0.295
R2 1.475
Tabel 8. Berat Kering Tanaman Jagung Umur 3 Minggu
Berat kering Tanaman 1 Tanaman 2 Total
Batang 0.48 0.7 1.18
Daun 0.78 1.59 2.37
Total 3.55
rata-rata 1.775
R3 8.875
Tabel 9. Berat Kering Tanaman Jagung Umur 4 Minggu
Berat kering Tanaman 1 Tanaman 2 Total
Batang 1.27 0.93 2.2
Daun 3.85 2.70 6.55
Total 8.75
rata-rata 4.375
R4 21.875
Tabel 10. Berat Kering Tanaman Jagung Umur 5 Minggu
Berat kering Tanaman 1 Tanaman 2 Total
Batang 5 6.95 11.95
Daun 12.8 12.06 24.86
Total 36.81
rata-rata 18.405
R5 92.025
Tabel 11. Berat Kering Tanaman Jangung Umur 6 Minggu
Berat kering Tanaman 1 Tanaman 2 Total
Batang 15.49 8.89 24.38
Daun 13.1 10.82 23.92
Total 48.3
rata-rata 24.15
R6 120.75
Tabel 12. Berat Kering Tanaman Jagung Umur 7 Minggu
Berat kering Tanaman 1 Tanaman 2 Total
Bunga 3.15 1.47 4.62
Daun 12.17 13 25.17
Batang 11.04 19.59 30.63
TOTAL 60.42
Rata-rata 30.21
R7 151.05
Grafik Hubungan ILD dengan Berat Kering Tanaman Jagung
PEMBAHASAN
Analisis pertumbuhan merupakan suatu cara untuk mengikuti dinamika fotosintesis yang diketahui dengan cara pengukuran tinggi tanaman dan jumlah daun, selain itu juga analisis pertumbuhan dapat diukur oleh total berat kering tanaman jagung tersebut.
Praktikum ini menganalisis tanaman jagung dari umur dua minggu sampai 7 minggu. Berdasarkan hasil pengamatan pada tabel 1- 6 tinggi tanaman jagung meningkat dari minggu ke 2 hingga minggu ke 7. Begitu juga dengan jumlah daun yang semakin bertambah dari minggu ke minggu. Semakin tinggi tanaman jagung maka buku ruas tanaman jagung akan semakin banyak, dengan bertambahnya buku ruas pada batang tanaman jagung, daun tanaman jagung akan semakin banyak.
Daun merupakan organ fotosintetik utama dalam tubuh tanaman, di mana terjadi proses perubahan energi cahaya menjadi energi kimia dan mengakumulasikannya dalam bentuk bahan kering. Berdasarkan hasil pengamatan pada tabel 1 – 6 terlihat bahwa daun dan luas daun tanaman jagung semakin meningkat seiring dengan pertambahan umur tanaman. semakin luas permukaan daun semakin banyak cahaya yang bisa ditangkap oleh tanaman tersebut untuk fotosintesis untuk prose pertumbuhan dan menghasilkan biomassa, jadi luas daun merupakan faktor penentu sehingga perbedaan biomassa per unit waktu dapat dibagi dengan luas daun untuk menghasilkan laju asimilasi bersih.
Pada tanaman jagung terlihat perkembangan indeks luas daun dari umur 2 minggu sampai 7 minggu
DAFTAR PUSTAKA
Anonim. 2010. Botani dan Morfologi Tanaman Jagung. http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/18404/4/Chapter%20II.pdf. Diakses pada tanggal 20 Desember 2010.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar